Oleh: Apsa Fauzia
Dahulu negeriku begitu cantik,banyak sekali sebutan untuk negara tercinta. Budaya dan bahasa begitu banyak dan meluas. Aku bangga dengan negeri aku sekarang. Negara-ku yang diapit 2 benua dan 2 samudra ini banyak sekali negara yang berminat dengan negara-ku ini. Ratusan pulau terbentang luas dari Sabang sampai Maraeku. Ribuan pohon dan hewan yang tinggal disini seperti teman sehari-hari. Panorama indah akan selalu aku jumpai dalam setiap langkah..setiap hembusan nafas..setiap menapak.
Menengok kebelakang tentang PAHLAWAN BANGSA begitu berarti bagi negara kami yang dijajah,mengorbankan nyawa hanya untuk merdeka !!! berharap lebih tentang negaraku ini.
Namun sayang,negara ini mati. Tak ada panorama indah,tak ada lagi pahlawan bangsa,tak ada lagi keadilan yang diterapkan,tak ada lagi Hukum Pancasila,bahkan entah tak tahu akan dibawa kemana negara tercinta,hanya ada pelecehan tentang tanah Kartini yang setiap detik didengar masyarakat Indonesia. hukum tertulis bukan berarti tak akan adil,namun harus dijunjung setinggi mungkin ! Dimana orang nomor 1 di Indonesia...???? Apakah Presiden terus berusaha untuk negeri yang telah makan banyak korban..? Jika iya,ini ibarat "membuang garam ke laut..!" yang terlalu banyak penderita.
Aku sungguh tak tega jika melihat anak-anak bangsa tak sekolah dan bekerja. Apalagi melihat orang kelaparan di jalan sambil meminta..berharap akan ada yang membuka jendela mobil dan memberi sedikit uang untuk segelintir padi yang menjadi nasi.
Negara butuh kita..! Uluran tangan.
Aku sekarang hanya butuh kepastian bahwa,INDONESIA TETAP JAYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar